Puisi Balsem Gus Mus.

Kau ini bagimana?
Aku harus bagaimana ??
————————————-
Kau bilang aku bebas merdeka.
Kau memilihkanku segalanya!
———————————————-
Aku diam……
Kau bilang , Aku Apatis !
Aku belajar bicara sepertimu
Kau bilang, Aku Ceriwis !
Aku coba pelan bicara tentang gelapnya tempurungmu
Kau tuduh Aku teroris!
——————————————————————–
Aku bergerak pelan.
Kau bilang malu…tak pernah maju.
Aku maju
Kau srimpung kakiku!
————————————-
Aku bilang terserah kamu.
Kau tak mau.
Aku bilang terserah kita
Kau tak suka.
Aku bilang kalau gitu terserah aku.
Kau marah dan menamparku.
——————————————–
Kau ini bagimana?
Aku harus bagaimana ??
Filed under pawon | Comment (1)Ujung II

Rhomadhon berahkir, dan orang berduyun menuju ke hulu kembali ke udik, seperti darah yang menemukan “Puaknya”, seperti pepatah lama jawa mengumpulkan tulang yang terpisah.
Dan perayaan dimulai
…………………………………………………………………
Dan jalanan seperti medan kurusetra , tempat berjuang dan menemukan arti sesungguhnya dari prosesi menuju udik (mudik) ini.
Setelah satu bulan berusaha menahan, apakah pantas kita menerima perayaan ini, atau hanya merayakan sebuah kesia-siaan.
Dan ijinkan saya menyadur SMS dari teman kami ini (Ibu Tia / Bapak Salim) semoga keluarganya selalu dirahmati oleh Alloh SWT:
” Terkadang tercipta dosa dalam tawa”
” Tergores luka dalam canda”
” Terlintas keangkuhan dalam senyum”
” Tersembunyi amarah dibalik muka”
Dengan segala kerendahan hati kami sekeluarga mengucapkan :
” Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1431 H, Mohon Maaf untuk setiap kata yang terucap untuk setiap langkah dan tindakan yang tidak berkenan”
—– *** ——
Filed under pawon | Comment (1)7 Pencerahan Guru Patik

* Yang pertama Cakra Tanah :
Inilah cakra pertahanan letaknya ada di dasar tubu dihalangi oleh ketakutan.
* Yang kedua Cakra Air :
Cakra kesenangan letaknya di kaki dihalangi oleh kesalahan
* Yang ketiga cakra Api :
Cakra kekuatan sebenarnya dihalangi oleh rasa malu letaknya ada di perut
* Yang keempat Cakra Cinta
Cakra cinta letaknya ada di dada dihalangi oleh kesedihan
* Yang ke lima Cakra suara
Cakra kebenaran letaknya di indra kepala dihalangi oleh kebohongan
* Yang ke enam Cakra cahaya
Letaknya ada dibagian dalam tubuh dihalangi oleh perpecahan
* Selanjutnya yang ke 7 cakra pikiran
Cakra energi kosmis dihalangi oleh kejadian masa lalu.
————————————————————
Filed under Kandang sapi | Comments (2)Rachel putri palestina
Sebuah aksi militer tentara yang sudah kehilangan kontrol akal sehat dilakukan, menghadang kapal berisi relawan dan bahan makanan untuk penduduk sipil yang membutuhkan, setelah sebelumnya melakukan hal yang lebih brutal, Sebuah kapal relawan yang selalu mengingatkan orang tentang hebatnya rasa kemanusiaan, tentang pengorbanan dan keberanian.
Seorang gadis cantik, baru 23 tahun, mengambil cuti dari kuliah untuk mengambil sebuah langkah yang salah (menurut banyak orang di negrinya).

Pergi ke Gaza Palestina untuk menjadi relawan, setelah mendapatkan pelatihan yang cukup ia berangkat untuk satu niat yang agung ” kemanusiaan”, setelah hatinya remuk melihat ketidak adilan ketika tentara penguasa lalim mengusir dan meratakan tanah dan menjadi pengungsi di negrinya sendiri.
Beberapa kali demontrasi aksi langsung yang dia praktekan seperti di pelatihan : dengan jaket oranye mencolok, melambai-lambaikan tangan, berteriak dengan Megaphone, di selingi sedikit senyum (mungkin) berhasil mengusir beringasnya bolduser caterpillar D9R meratakan tanah penduduk palestina.

Tetapi tidak hari itu 16 Maret 2003, seorang yang bukan aktivis PLO ataupun HAMAS, anak kuliahan dari negri Amerika,…dan seorang tentara seperti sengaja menabrakkan besi raksasanya ke sebuah tubuh yang memang sengaja menghadangnya.
Tubuh muda pada saat teman-teman seumurnya sedang memanjakan diri, di kolam renang atau spa, atau pergi berdansa dengan kekasihnya, remuk tertanam di lumpur di tanah yang bukan tanah airnya.
Dan Palestina kembali menangisi untuk begitu banyak pahlawan - pahlawan mereka.
Tetapi masih ada sebuah kepastian yang tak mungkin dielakkan oleh mereka para penguasa yang lalim itu sebuah kata milik bapak 2 bangsa kita dahulu ” Bahwa kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa”.
Kartini dan keluargaku
Tgl 21 April pagi tahun kemarin adalah hari yang sibuk buat istriku dirumah, dengan perut yang sudah bulannya untuk melahirkan ia berjalan kesana kemari untuk mempersiapkan kartinian buat kedua anakku.
Yang gede kelas 5 SD dari malamnya sibuk buat puisi tentang Kartini dan Hari pendidikan nasional, saat aku pulang kerja dengan antusiasnya dia memperlihatkan hasil puisi bikinannya yang dibantu oleh ibunya, yang kecil kelas 0 besar TK, dari semalam sudah tidak sabar pengin memakai sorjan dan beskap gaya solo, padahak bapaknya sudah mesen kalau bisa yaa pakai blangkon biar kelihatan anak “Yogyanya” (kelihatan bapaknya yang mau narsis) ,tetapi kok di salon tetangga tempat nyewa baju tersebut sudah tidak ada, keduluan anak yang lain, bahkan sandal selop sewaan itu tidak mau dilepas dari kakinya sampai ke tempat tidurnya.
Saya yang pagi itu melihat ibunya anak-anak yang perutnya gelayutan dan anak-anak yang semangat kartinian jadi mikir “dalem” banget, memangnya mereka itu sudah dapat roh apa dari ibu kita Kartini itu.
Ibunya anak-anak bahkan tidak pernah mau ketika di suruh baca bukunya kartini yang tebalnya lumayan itu. Sudah tidak sanggup membaca surat-suratnya Kartini itu bahkan sampai setengahnya, ketika tak kasih bukunya Pramoedya “panggil aku Kartini saja” yang tidak terlalu tebal juga dia tidak mau melanjutkan setelah membaca halaman pertamanya, kayaknya baru anakku yang pertama yang kelihatan tertarik dengan bukunya kartini tersebut, kalau ada teman sekolahnya datang dia bercerita punya bukunya “habis gelap terbitlah terang” versi yang baru, tapi tidak pernah membaca satupun surat yang ada didalamnya.
Kemudian aku jadi mikir lebih dalem lagi, kemungkinan ini soal ketertarikan isi bukunya, lha kalau Istriku bolehnya tertarik itu bukunya pengajian yang tidak tebal, atau majalah perempuan muslim, lha pernah tak beliin majalah femina bekas (soalnya berat kalau beli majalah baru) kok malah dilihat gambarnya saja terus diguntingin tanpa pernah membaca artikelnya.
Lain lagi dengan anakku yang gede ia termasuk jenis kutu buku, majalah bobo yang datang tiap sabtu ia lahap dalan 2 jam, komik-komik bekas bertumpuk-tumpuk ia baca sampai lupa waktu, kalau hari minggu saat tukang koran datang (aku langganan kompas hari sabtu minggu saja) ia langsung lari menyambutnya, diambil sisi tengahnya dicarinya komik Beni&Mice , lalu Sukribo baru nanya maksudnya komik panji Koming dan Kompopilan.
Kedua Perempuan dirumahku itu memang sepertinya masih sulit untuk mendapatkan Roh Kartini dari buku-buku yang ada di rumah, mungkin dia mendapatkan Roh Kartini bukan dari buku tetapi dari lingkungan yang mungkin sudah dianggap sudah mulai mengakomodir emansipasi wanita dibanding dahulu jaman Kartini temtunya.
Pokoknya ..aku ikut mendukung (sambil tiduran leyeh-leyeh) apabila mereka mulai tercerahkan, dengan emansipasi yang harus terus diperjuangkan (kata para feminis ), seperti juga dengan perjuangan persamaan ras, agama dan kepercayaan seperti slogan perjuangan universal di abad 21 (walahh yang ini kata siapa lagi yaa???).
Filed under Sawah | Comments (5)Wedotomo di Eagle Hill
Tidak tahu bagaiman awalnya, atau mungkin terbawa setting pikiran untuk Out Of The Box terbersit ide untuk nembang pangkur saat sedang melakukan pertempuran & persaingan di arena Outbond.
Malam itu semua regu harus nampil didepan untuk unjuk kebolehan, ada yang membuat opera menirukan opera van Java tentang Bank Kentuty, ada yang menari saman dengan lagu ….kawin-kawin.
Dan regukupun sesuai ide saya, nembang macapat pangkur “WEDOTOMO” dengan iringan huuuuuuuuuu …huuuuuuuuuuuu di belakangnya.

Mingkar mingkuring ukoro
Akarono …..karenan mardi siwi
Sinawung resmining kidung
Sinubo sinukarto
Mrih Pakarto….pakartine ngelmu luhung
Ing tumrap neng tanah jowo
Agomo ageming aji.
Di depan peserta yang bukan “jawa”, kalaupun orang jawa juga mungkin sudah seperti saya yang hampir melupakan tembang-tembang yang beginian, dengan suara parau karena grogi , saya berlagak serius, berdendang dan bercerita tentang Wedotomo.
Untaian syair pembuka Wedotomo Karangan (yang katanya) dibuat Srisuhunan Mangkunegoro IV (terlepas dari kontroversinya), saya coba artikan dengan tafsir disana - sini.
Dalam kita hidup ini, kita di anjurkan untuk menahan hawa nafsu dengan mengurangi segala kesenangan-kesenangan kita, di anjurkan untuk memperhalus tata bahasa dan ucapan kita, mencoba untuk membuat syair.
Dikarenakan suatu tanggung jawab kita sebagai manusia, yaitu : ” Mendidik”.
Mendidik anak-anak kita, adik-adik, atau anak buah kita jika punya, ataupun junior kita jika kita senior.
Sebenarnya wedotomo ini disajikan dalam bentuk tembang resmi mocopat (tembang jawa dimulai dari pangkur, sinom, gambuh, kinathi sampai megatruh…yang saya juga tidak hapal).
Tetapi intinya adalah : Di alam ini, jika kita mau melihat lebih detail lagi, mendengar lebih halus lagi, akan nampak terdengar suatu simponi menuju sebuah pelajaran budi perkerti yang luhur.
Dan di tanah yang kita berpijak saat ini, ada pelajaran agung yang tak mungkin terbantahkan, ada jalan lurus yang mestinya dengan sabar kita lalui, ada sebuah pakaian hakiki yang paling pantas selalu di kenakan.
Yaitu : ” Agama”.
Daleeeeeeeeeeeem khan….?
Tapi semuanya saya buat guyonan saja karena di akhiri dengan nada yang tidak nyambung dengan kedaleman makna dan lagu kuno yang saya tembangkan.
Teeeeeeeeeeereret …….tet..tet.
Pak Guru Eko yang menangis di podium
Pagi ini saya membuka Detik dengan sebuah berita ” Eko pramono menangis di podium MK”.

Guru PKn ini menangis karena bahagia mendapatkan penghargaan sebagai guru PKn terbaik nasional.
Mas Guru dari wonosari Gunung Kidul ini , yang badanya masih terus berasa bergetar karena baru pertama kali naik lift , menangis karena teringat Simboknya (Ibunya), yang berjualan di emperan jalan untuk memperjuangkan anaknya agar bisa menyekolahkan anaknya hingga bisa menjadi guru.
Dan para pejabat itupun ikut menangis………………terharu.
Lalu pikiranku menerawang jauh ke Yogya dijaman dulu , ketempat simbokku yang juga berjualan diemperan jalan sampai ahkir hayatnya , ketempat Guru-Guru di SD ku dulu.

Kalau di DIY menjadi Guru jaman dulu, biasanya untuk awal karier dan ajang penggemblengan , biasanya mereka ditempatkan di daerah Kabupaten Gunung kidul dulu, baru ke kabupaten Sleman baru ke kabupaten-kabupaten lain atau ke Kotamadya. Semuanya karena alasan sosial dan geografis, Daerah - daerah diatas dahulu merupakan daerah dengan kondisi yang sulit kehudipan ekonomi dan transportasinya, dan sepeda adalah sebuah alat transportasi yang menjadi andalannya.
Dan saya cukup bersyukur bisa merasakan indahnya bisa merasakan suasana, dimana menghormati guru dengan berebut menjemput mereka di gerbang sekolah, memparkirkan sepedanya dan membawakan tas sampai ke ruang kelas masih dilakukan saat saya SD dulu, mungkin saat ini kejadian seperti itu hanya ada di cerita-cerita Film saja.
Ayoo Pak Guru…. teruslah menjadi manusia sejati yang pantas untuk selalu di Gugu dan di Tiru, rasanya lebih “bergetar” naik sepeda daripada naik lift.
Filed under pawon | Comments (2)Duren Monzooong..!
” Yang Montong…yang Montok…yang Monyoong..!”
” Dipilih - dipilih…buat yang tahu barang..!”
” sebungkus 10 kalau ambil 2 boleh 15..!”
” Yang Montong…yang Montok…yang Monyoong..!”

tri-puspasari.blogspot.com
Teriakan yang terus diulang dari gerbong satu ke gerbong berikutnya sampai ke ujung gerbong, padahal malam sudah larut dan kereta yang biasanya berjubel malam itu terasa longgar ..walaupun tetep tidak bisa duduk.
Bau duren menyeruak diantara bau gerbong kereta dan segala macam isinya, keringat penumpang, buah busuk yang dibuang diawah tempat duduk, anyir dan apek anak - anak jalanan yang mungkin 3 hari tidak ketemu air.
Yaaa duren..terlalu mak nyusss ..untuk diacuhkan, bau dan rasanya begitu seronok buat dilupakan…kecuali memang ada beberapa orang yang memang alergi duren, termasuk anak saya yang lelaki , segala macam makanan ia doyan , kesukaan sejatinya adalah ceker ayam, tetapi kalau bau duren langsung mukanya nampak merah dan siap-siap untuk muntah.
Ketika membaca trasnkip percakapan orang besar di negri ini di media ahkir-ahkir ini yang menyangkut pautkan duren , terlepas dari terpotong-potongnya transkip tersebut atau apakah yang dikirim tersebut duren atau duren-durenan …memang rasanya lansung mual isi perut mau muntah..alergi persis anakku kalau bau duren beneran.
Hukum yang mestinya menjadi aktualisasi “rasa” keadilan terasa terkoyak, oleh perkoncoan antara yang berwajib dan orang-orang yang disangka “hitam” yang mestinya sudah lama hidup dipenjara.
Dan kembali “rasa” itu terus dicabik dengan dibuinya orang yang banyak dianggap dan dirasakan orang menjadi korbannya…!.
Dan seperti ada rasa nostalgia yang memanggil untuk berbuat, buat kebanyakan orang yang mulai tua seperti saya terutama buat yang pernah merasakan sebuah “rasa” yang terkoyak itu menjadi sebuah cita-cita untuk berubah…untuk mengubah.
” Di jalanan kami sadar kan cita-cita ”
” Sebab di rumah sudah tidak ada lagi yang dipercaya..!”
Dan perubahan itu mulai terlihat ufuknya….!!!
Filed under pawon | Comment (1)Kemarin, SBY misscall ke aku sampai 3 X
” Kemarin, SBY sempat misscall ke aku sampai 3 X……tapi aku gak angkat ..” kata mBak Genuk , penjual telur asin itu.
” Lha ..jeneeh (habisnya), sudah 3 tahun punya hutang, dibilangnya cuma saak - suuk (besak-besuk) saja ” gerutunya terus berlanjut.
” Malaah yang terakhir aku tagih, dia bilang …(Utang yang mana lagi..?), apa tidak nyengiti (menyakitkan) itu..? ” mBakku ini, sepertinya sudah dongkol sampai ke hati sama si SBY itu.
Gambar : membuat telur asin dari U.D TIGAN MAKMUR
mBak Genuk penjual dan pembuat home industri telur asin swadaya, tanpa pernah minta bantuan modal ke pemerintah atau ke Bank ini, memang termasuk pengusaha sekaligus penjaja yang tahan banting sekaligus memprihatinkan ditengah kebutuhan hidup yang semakin menggila di jaman yang semakin canggih dan hedon ini.
Jika hari telah larut ia dengan tekun memulai memasak telur bebek yang sudah jadi diasinkan untuk dagangan besok hari , sambil terus melumuri bubuk abu yang sudah di beri larutan garam ke telur-telur bebek baru yang diambil dari pasar tadi pagi.
Suaminya yang buruh pabrik di jogya, sepertinya akan kewalahan menanggung biaya yang harus dikeluarkan setiap harinya, terutama untuk biaya sekolah anaknya yang ditekatin untuk memberikan pendidikan yang terbaik. Sejak di TKnya, lalu masuk di SD Muhamadiyah di Sleman , sebuah sekolah favorit yang kalau dipikir ulang.. SD saja mbayarnya sudah begini, apalagi nanti kalau kuliah.
Tetapi karena sudah di tekatin dan memilih di SD ini di banding memilih SD negri yang diiklankan gratis itu, maka yaa itu benar-benar membanting tulang agar kebutuhan itu satu-satu tercukupi membantu suami yang “hanya” buruh pabrik diyogya itu.
Sampai larut malam membuat telur asin, paginya kepasar menyetor ke warung-warung, dan membeli telur bebek di pasar, siangnya mencari rumput untuk makanan kambing - kambing miliknya, belum pekerjaan rutin menjempu anak dari sekolah, masak didapur, sepertinya hanya saat tidur dan makan saja wanita ini istirahat.
Dan pembicaraan tentang SBY yang misscall ini berlangsung di pagi buta didepan sebuah warung milik bu Budi didekat pasar pakem di Yogya tempat mBak genuk biasa menitipkan dagangan telur asinya.
Mendengar gerutuan mBak ini, bu Budi langsung menimpali :
” Lha kemarin itu, saya yang telpon sampeyan jee !, pakai HPnya mas Subaryo ,…wong HPku kehabisan pulsa.”
” Itu…ada pesenan telur asin 300 dari Bu Margo , besok minggu mau nyunatin anaknya”
“oooo..kirain SBY mau mbayar utangnya..!” mBak Genuk kecele tapi tersenyum lebar.
Ternyata SBY adalah Subaryo , Bakul (pedagang) bebek dan unggas di pasar pakem yang kebetulan sedang ada sangkutan dengan Embhak kita ini.
Wualaaah aku yang dengerin sampai domblong lalu ngecees…enggak tahu maksud awalnya.
Yang pasti …Kalau SBY yang hari ini mau dilantik, dan orang-orang terpilih yang kemarin sempat ditelponin, semoga saja tidak seperti mas Baryo bakul bebek di pasar pakem itu, sudah berhutang, lupa juga sama janjinya.
Selamat bekerja buat bapak-bapak semuanya..tugas berat sudah menanti, saatnya singsingkan lengan baju, lupakan dahulu kepentingan-kepentingan pribadi, karena kepentingan orang banyak menjadi hutang anda sekalian.
Filed under Sawah | Comments (7)Perhitungan wilujengan
Postingan ini memang diambil dari ranah tradisi, dimana saat ini banyak orang yang sudah meninggalkan adat ini.
Adat wilujengan (selamatan) bagi orang yang meninggal bagi orang jawa, disamping rumit dan dianggap merepotkan, alasan biaya menjadi pertimbangan bagi orang jawa dijaman sekarang untuk meninggalkan adat tersebut.
Perhitungan ini saya dapatkan saat ibu saya meninggal, di berikan oleh rois (ketua adat) didesa kami , lalu aku catat agar …yaa siapa tahu masih ada yang membutuhkannya.

Perhitungan ini menggunakan 2 kalender : yaitu kalender masehi dan kalender jawa digabungkan dan akan didapatkan hari -hari kapan harus diadakan selamatan dan pada hari-hari tersebut dipantang untuk mengadakan suatu yang dianggap istimewa,misalnya pernikahan, perjalan jauh dan lain sebagainya, karena dianggap akan saling bertolakan.
Berikut perhitungannya dalam bentuk tembang sinom dijamin pada bingung…?????:
Siji - siji anyur tanah ( 1 – 1 Sur tanah )
Telu – telu nelung ari ( 3 – 3 tiga hari )
Pitu – loro mitung dino ( 7 – 2 Tujuh hari )
Limo – limo ngawan ndesi( 5 – 5 empatpuluh hari )
Loro – limo Nyatusi ( 2 – 5 Seratus hari )
Papat – papat Pendhakipun ( 4 – 4 Setahunnya )
Telu – limo Dwiwarso ( 3 – 5 Dua tahun )
Enem – limo Nyewu ari ( 6 – 5 Seribu hari )
Sampun Jengkap Pangetunge wilujengan.
( Sudah lengkap perhitungan selamatannya)
Arti dari tembang perhitungan tersebut :
Siji – siji Anyur tanah (1 – 1 Sur tanah)
- Artinya 1 hari untuk perhitungan masehi dan 1 hari perhitungan jawa (pas hari wafatnya) untuk Wilujengan Sur tanah.
- Contoh : Alm.Ny Wardisugito wafat Jum’at wage 11 Juni 2004 / 22 Bakdomulud 1937 tahun wawu. Maka pada hari itu Jum’at wage 11 Juni 2004 Sore hari setelah dimakamkan diadakan wilujengan sur tanah. (Jangan sampai saat magrib karena perhitungan Jawa, hari dimulai saat mulai maghrib antara pukul 17 s/d 18 setiap harinya)
Telu – telu nelung ari (3 – 3 tiga hari)
- Artinya : Ditambah 3 hari untuk untuk hari masehinya dan ditambah 3 hari juga untuk hari jawanya dimana Hari wafatnya masuk dalam urutan 1 (ikut di hitung)
- Contoh : Hari masehi Jum’at + 3 = Jum’at , Sabtu , Minggu. lalu hari jawanya : Wage + 3 = Wage , Kliwon , Legi
Jadi hari peringatan 3 harinya jatuh hari Minggu legi (Karena hari jawa dimulai pada saat magrib maka wilujengan ini diadakan pada hari Sabtu malam Minggu 12 Juni 2004 habis magrib)
Pitu – loro mitung dino (7 – 2 Tujuh hari)
- Artinya : Ditambah 7 hari untuk untuk hari masehinya dan ditambah 2 hari juga untuk hari jawanya dimana Hari wafatnya masuk dalam urutan 1 (ikut di hitung).
- Contoh : Hari masehi Jum’at + 7 = Jum’at, Sabtu, Minggu…Kamis, lalu hari jawanya:
Wage + 2 = Wage, Kliwon.
Jadi 7 harinya jatuh pada malam kamis kliwon 17 juni 2004 (di adakan wilujengan Rabu malam kamis 16 Juni 2004 habis magrib).
Limo – limo ngawan ndesi (5 – 5 empatpuluh hari)
- Seperti perhitungan diatas lalu kita mencari hari dan pasarannya yang pas pada bulan berikutnya memakai kalender yang ada hari jawanya. (40 hari =1 bulan lebih)
- 5 – 5 = maka didapat harinya Selasa pon, pada bulan juli ada hari yang pas selasa pon (hanya 1 hari) yaitu Tgl 20 Juli 2004. (maka dipastikan itulah harinya).
Loro – limo Nyatusi (2 – 5 Seratus hari)
· Seperti perhitungan diatas dan seterusnya akan didapat hari dan pasarannya 2 – 5 maka Sabtu Pon 100 hari = 3 bulan (September ada hari sabtu pon yaitu Tgl 18 September 2004.
Papat – papat Pendhakipun (4 – 4 Setahunnya)
· Untuk setahunnya dicari bulan jawa yang sama tahun berikutnya lalu cocokkan dengan hari dan pasarannya. Demikian dan seterusnya sampai 1000 harinya.
Telu – limo Dwiwarso (3 – 5 Dua tahun)
Enem – limo Nyewu ari (6 – 5 Seribu hari)
Sampun Jengkap Pangetunge wilujengan
Dan ketika sudah sampai pada hari ke 1000 maka sudah lengkaplah selamatan buat almarhum ini, selamatan terahkir ini biasanya dilakukan lebih meriah dan saat itulah nisan batu dipasangkan di kuburan.